Berita

DPRD Hulu Sungai Selatan, Kalsel Kagumi Konsep dan Pengelolaan Lumbung Pangan Jatim

LUMBUNGPANGANJATIM.COM – Anjungan Lumbung Pangan Jatim (LPJ) di Jatim Expo (JX) Jl. A. Yani Surabaya kedatangan tamu khusus dari Komisi II DPRD Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, Kamis (3/11/2020). Rombongan yang dipimkin Ketua Komisi II H Kartoyo itu diterima oleh Wakil Ketua Pelaksana LPJ, M. Rudiansyah.

Didampingi Humas LPJ Hasan Ali, Rudiansyah menjelaskan, awalnya program LPJ ini diberlakukan hanya tiga bulan, yakni dari 21 April – 21 Juli 2020. Namun melihat aspek kemanfaatannya yang signifikan bagi masyarakat, Gubernur Khofifah Indar Parawansa lalu memperpanjanga masa pengelolaaanya hingga akkhir Desember tahun ini.

“Bagaimana setelah Desember, ini masih dalam pembahasan di Pemprov dan DPRD Jatim. Tetapi, teman-teman dewan memberikan apresiasinya bahwa program ini bagus untuk dikembangkan dan dilembagakan. Bagaimana formatnya, apakah seperti yang berjalan sekarang atau ada format lain, ini masih digodok,” ujar Rudiansyah kepada rombongan Komisi II DPRD Hulu Sungai Selatan ini.

Dikatakan, program Lumbung Pangan ini pada intinya sebenarnya diproyeksikan sebagai instrumen pengendali harga di masyarakat dan buffer stock kebencanaan. Dan hasilnya, lanjut Rudiansyah, sangat efektif karena di masyarakat gejolak harga yang biasanya terjadi menjelang lebaran, tak terjadi. Demikian juga dari aspek stok. Karena stok barang lebih dari cukup, panic buying bisa dihindari.

Terkait dengan pandemi Covid-19, ia menambahkan, program Lumbung Pangan sangat efektif dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Apalagi, ketika itu pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sempat diberlakukan di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, dan Sidoarjo).

“Arahan Bu Gubernur agar menghindari kerumunan massa, masyarakat tidak keluar rumah jika tidak benar-benar perlu, bisa dijawab dengan program ini. Lewat belanja secara online atau COD, masyarakat tidak perlu susah-susah keluar rumah, tapi barang sudah nyampe rumah masing-masing,” ujarnya seraya menambahkan, jangkauan layanan Lumbung Pangan sudah mencakup seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Ditambahkan, selain menyediakan dengan harga murah (di bawah pasaran), LPJ menjual barang kebutuhan masyarakat, utamanya pangan, dengan pola gratis ongkos kirim (free ongkir). Untuk pendistribusian barang pesanan masyarakat, LPJ bekerja sama dengan PT Pos Indonesia dan ojok online (Gojek dan Grab).

Sementara Ketua Komisi II DPRD Hulu Sungai Selatan, H Kartoyo mengaku kagum dengan program penjualan sembako bebas ongkir ini. Apalagi, di masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, program ini sangat membantu masyarakat. Ia akan merekomendasikan pola yanag diterapkan LPJ ini ke pemerintah di daerahnya.

“Bagus sekali ini. Kami akan menggali lagi informasi tentang program ini ke Pemprov Jatim, juga ke BUMD sebagai pelaksana program ini, sehingga kami dapat gambaran yang komplet dan bisa diadopsi atau ditiru di daerah kami,” ujar Kartoyo. (sto)