Berita

Gubernur Khofifah: Masyarakat Jangan Berpikir Menimbun Barang, Stok Masih Aman

LUMBUNGPANGANJATIM.COM – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa minta agar masyarakat tidak berpikiran menimbun barang untuk kebutuhan sehari-hari. Pesan itu disampaikan karena hingga kini stok semua komoditas pangan masih aman, bahkan sebagian berlebihan dan bisa memasok berbagai daerah di Indonesia.

Hal itu disampaikan saat mengakhiri talk show bertema “Ketahanan Pangan Jatim” di anjungan Lumbung Pangan Jatim di gedung Jatim Expo (JX) Surabaya, Rabu (23/12/2020) sore.

Dalam talk show itu, Gubernur Khofifah didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim, Djumadi, Kadisperindag Drajat Irawan, dan Ketua Tim Pelaksana Lumbung Pangan Jatim (LPJ) Mirza Muttaqien.

“Masyarakat jangan berpikir menimbun barang. Stok semua barang pangan kita masih aman,” ujar Khofifah.

Bahkan ia memastikan, beberapa komoditas pangan seperti beras, telor, juga daging, Jatim masih surplus dibanding tingkat kebutuhan masyarakat provinsi ini. Ia menandaskan, untuk komoditas beras, misalnya, tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Jatim, tapi sudah dipasok ke 16 daerah provinsi lainnya di Indonesia Timur.

“Jadi, kalau ngomong hub logistik, ya Jawa Timur. Beras kita tidak saja mencukupi kebutuhan masyarakat Jatim, tapi sudah terdistribusi ke 16 provinsi di kawasan Indonesia Timur. Demikian juga produksi telur kita juga surplus dan dikirim ke Jakarta dan Lampung,” katanya.

Perilaku menimbun barang biasanya dipicu kekhawatiran akan kelangkaan barang. Akibatnya, aksi borong atau menimbun barang pada gilirannya membuat harga naik tak terkendali. Untuk mengantisipasi kemungkinan kelangkaan barang, kata Khofifah, Tim Satgas Pangan terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan stok.

“Karena itu Satgas Pangan akan koordinasi lebih intensif lagi untuk menghindari kasus kelangkaan barang. Perkuat pemetaan potensi di sentra-sentra produksi, mulai masa tanam hingga masa panen, sehingga alur distribusi bisa diatur,” tambah dia.

Data di Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim pada 15 Oktober 2020 menunjukkan, Provinsi JawaTimur (Jatim) menempati peringkat pertama sebagai produsen  padi terbesar di Indonesia tahun 2020. Produksi padi Jatim meningkat 0,44 juta ton dari 9,58 juta ton pada 2019 menjadi 10,02 juta ton di 2020.

Tidak hanya itu, surplus produksi beras Jawa Timur pun meningkat di tahun 2020 ini. Dari surplus yang sebelumnya hanya sebesar 1,28 juta ton pada tahun 2019, menjadi 1,50 juta ton di tahun 2020.

Ia menambahkan, untuk menambah rasa aman dan nyaman terkait pemenuhan bahan pangan di masa pandemi Covid-19 ini, Pemprov Jatim sudah mengoperasikan Lumbung Pangan Jatim (LPJ). Untuk bisa membeli bahan pangan, masyarakat di 38 kabupaten/kota tak perlu repot-repot keluar rumah. Sebab, LPJ layanan LPJ bisa menjangkau seluruh kaputen kota, bisa secara COD ataupun online.

“Kita pastikan, harganya di bawah pasaran dan free ongkir untuk masyarakat Jatim di 38 kabupaten/kota,” tandas Khofifah seraya menambahkan, LPJ masih akan terus melayani masyarakat Jatim pasca-Desember 2020. (sto).